MANZIL AL - SAIRIN ( TAWAKKAL )


"Dan bertawakkallah kepada Allah sekiranya kamu termasuk orang yang beriman" (QS 5:23).

Tawakal adalah mewakilkan seluruh urusan kepada Pemiliknya.

Tingkatan Tawakkal

Tawakal dengan Tuntutan

Menunaikan sebab untuk menghindari sibuknya diri dan memberikan manfaat bagi manusia, meninggalkan pernyataan.

Tawakal sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya adalah hal yang sulit bagi awwam karena melepaskan kemampuan, keinginan dan dorongan. Sedangkan bagi Khawwas tidak terlalu berarti mengingat kesadaran Khawwas bahwa seluruhnya hanya untuk Allah.

Tawakal dengan Tuntutan yang dimaksud bahwa ketika seorang hamba mewakilkan urusan kepada Allah agar Allah melindungi dirinya dan urusannya serta mewujudkan apa yang diharapkannya.

Menunaikan sebab dan syarat-syarat  sebelum menyerahkan urusannya kepada Allah menjadi keharusan bagi awwam agar hatinya tidak mudah dirasuki rasa was-was atas urusannya dan memberikan manfaat bagi diri dan manusia disekitarnya sehingga tidak terjadi fitnah terhadap dirinya.

Jika yg diharapkan terwujud dan urusannya berada dalam kebaikan maka kesadaran bahwa semua kebaikan dan keberhasilan tersebut semata karena kekuasaan Allah bukan karena tawakalnya.

Tawakal Menghilangkan harapan

Menutup mata dari sebab, kesungguhan dalam. kebenaran Tawakal, menutupi kemuliaan diri,  menyempurnakan melalui pemenuhan kewajiban. Menghilangkan seluruh bentuk harapan akan hasil dari apa yang dilakukan baik keuntungan dari usaha atau surga dari ibadah yang dikerjakan.
Menghilangkan pandangan bahwa apa yang dilakukan menghasilkan sesuatu dalam kehidupan atau yang dilakukan menjadi sebab akibat tertentu dengan tetap melakukan tindakan tersebut dengan kesempurnaan dalam kesungguhan apapun bentuk keadaan dirinya.

Sebab-sebab yang dikerjakan dalam tindakan semata menghindarkan diri pada pandangan kemuliaan manusia karena pada tingkat ini tawakal adalah penyerahan diri secara mutlak pada kehendak dan keinginan Allah semata. Dan menjaga hal-hal yang wajib pada tingkat Thariqah bahwa hatinya disibukkan oleh keterlibatan, pengawasan, kehadiran dan penegakkan waktu.

Tawakal dengan Ma'rifah

Tawakal Yang muncul dari keterlepasan terhadap sebab-sebab tawakal. Mengetahui bahwa kekuasaan al-Haqq terhadap segala sesuatu adalah kekuasaan yang Mutlak yang tidak ada unsur lain yg berserikat dengan-Nya. Kemutlakan penghambaan bahwa al-Haqq pemilik segala sesuatu secara tunggal dan mutlak. Tawakal pada tingkat ini adalah penyaksian bahwa apa pun yang muncul adalah perbuatan Allah SWT sekalipun yang tampil adalah orang yang bertawakal akan tetapi yang sesungguhnya adalah perbuatan al-Haqq yang muncul dalam rupa hamba mewakilkan urusannya kepada Allah dan tidak ada hal yang muncul dari Salik karena semuanya milik Allah.
Ketika diri memutus kesadaran dari seluruh sebab tawakal pada hakikat dirinya berada pada kedudukan di atas tawakal karena mengatasi bahwa penguasa, pemilik dan pemutus ketetapan atas segala urusan hanya Allah dan tidak ada selainnya sehingga tidak ada lagi makna tawakal pada tingkat ini yang ada adalah Maqom al-Syuhud atau penyaksian Af'al penyaksian bahwa segala yang muncul tidak lain adalah tindakan Allah.

"Kemana pun kamu berpaling yang tampak hanya wajah Allah" (QS 2:115).

إرسال تعليق

Post a Comment (0)

أحدث أقدم