لاَيَكُنْ تأخُرَ أمَدِ العَطَاءِ معَ الاِلحاحِ فى الدُعاءِ موجِباً لِياءسِكَ
فهُوَ ضَمن لكَ الاِجاَبة َ فيماَ يختَاَرُهُ لكَ لا فيمَا تَختاَرُ لِنفْسِكَ وَفى الوَقتِ الَّذى يُرِيدُ لا فى الوقتِ الذى تـُريدُ
Janganlah Tertundanya pemberian Allah dalam Kesungguhan Berdo’a menyebabkan putus harapan, sebab Allah telah menjamin dan menerima semua do’a sesuai kehendaknya pada Waktu Yg ditentukannya, bukan menurut kehendak Manusia.
Allah telah berjanji Dalam Firmannya :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Berdo’alah kepada Allah, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.
QS Al-Mu’min: 60
Seorang hamba hendaknya mengetahui dan mengakui akan kelemahan dirinya, sehingga tidak memilih sesuatu yang tampak sepintas baik, padahal ia tidak mengetahui bagaimana akibatnya.
Karena itu bila Allah memberikan sesuatu hendaknya rela menerimanya. Pemberian Allah Walaupun pada lahirnya pahit dan menyakitkan rasanya bagi seorang Hamba, namun itulah yang terbaik.
Oleh Sebab itu bila berdoa, kemudian belum terkabulkan janganlah putus asa.
Firman Allah :
وعسى ان تكرهوا شيئا وهو خير لكم وعسى ان تحبوا شيئا وهو شر لكم والله يعلم وانتم لا تعلمون.
Dan Bisa Jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan Boleh Jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Sesunggunya Allah Maha Mengetahui Apa yg tidak kamu ketahui.
[QS. al-Baqarah 216]
Syeikh Abu Hasan Asy-Syadzily Radhiallahu 'Anhu ketika mengartikan ayat ini :
Sungguh telah diterima do’amu berdua [Musa dan Harun Alaihissalam] yaitu tentang kebinasaan Fir'aun dan tentaranya, maka hendaklah kamu berdua tetap istiqamah [sabar dalam melanjutkan perjuangan dan terus berdo’a], dan jangan mengikuti jejak orang-orang yang tidak mengerti kekuasaan dan kebijaksanaan Allah. [QS. Yunus 89].
Maka terlaksananya kebinasaan Fir'aun yang berarti setelah diterima do’a Nabi Musa dan Harun Alaihis Salam selama/sesudah 40 tahun lamanya.
Rasululloh Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
Pasti akan dikabulkan do’amu selama tidak terburu-buru serta mengatakan, aku telah berdo’a dan tidak diterima.
Anas rodhiallohu 'anhu berkata : Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
Tidak ada orang berdoa, melainkan pasti diterima oleh Allah doanya, atau dihindarkan dari padanya bahaya, atau diampuni sebagian dosanya, selama ia tidak berdoa untuk sesuatu yang berdosa atau untuk memutus silaturrahim.
Syeih Abu Abbas al-Mursi ketika ia sakit, datang seseorang membesuknya dan berkata : Semoga Alloh menyembuhkanmu Abu Abbas terdiam dan tidak menjawab Kemudian orang itu berkata lagi : Allah Yu'Aafika.
Maka Abu Abbas menjawab :Apakah kamu mengira aku tidak memohon kesehatan kepada Alloh? Sungguh aku telah memohon kesehatan dan penderitaanku ini termasuk kesehatan ketahuilah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memohon kesehatan dan ia berkata:
Selalu bekas makanan khaibar itu terasa olehku, dan kini masa putusnya urat jantungku.
Abu Bakar as-Siddiq memohon kesehatan dan meninggal terkena racun.
Umar bin Khottob memohon kesehatan dan meninggal dalam keadaan terbunuh.
Usman bin Affan memohon kesehatan dan juga meninggal dalam keadaan terbunuh.
Ali bin Abi Tholib memohon kesehatan dan juga meninggal dalam keadaan terbunuh.
Maka bila Berdoa kepada Allah, mohonlah menurut apa yang telah ditentukan oleh Allah, maka sebaik-baik seorang hamba ialah yang menyerahkan segala sesuatunya menurut kehendak Tuhannya, dan meyakini bahwa apa yang diberikan Tuhan kepadanya, itulah yang terbaik walaupun tidak sejalan dengan nafsu syahwatnya. Dan syarat utama untuk diterimanya doa ialah keadaan terpaksa/kesulitan.
Allah Ta'ala berfirman :
امن يجيب المضطر اذا دعاه ويكشف السوء ويجعلكم خلفاء الارض ءاله مع الله قليلا ما تذكرون.
Bukankah Allah memperkenankan Doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdo’a kepada Allah dan yang menjadikan Manusia Sebagai Khalifah di Bumi. Apakah Ad Tuhan Selain Allah? Maka sangat Sedikitlah engkau Mengingatnya. QS. An-Naml 62
Keadaan terpaksa atau kesulitan itu, apabila merasa tidak ada sesuatu yang di harapkan selain semata-mata karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala, tidak ada yang dapat membantu lagi baik dari luar berupa orang dan benda atau dari dalam diri sendiri.
إرسال تعليق