Suami merupakan pemimpin dalam mengarungi Bahtera Rumah Tangga, Sebagai pemimpin Suami hendaknya memperhatikan kewajiban - Kewajibannya. Sebagaimana Firman Allah Dalam Surah At-Tahrim :
ياأيها الذين أمنوا قوا أنفسكم واهليكم نارأ
Artinya :
Hai orang-orang yg beriman, peliharalah dirimu keluargamu dari api neraka
Dalam menafsirkan ayat tersebut, Ibnu Abas Ra mengatakan,
Berikanlah pengertian kepada mereka dan didiklah mereka yakni tentang syariah Islam dan akhlak-akhlak yg baik. Dalam riwayat dijelaskan :
أن أشدالناس غذابا يوم القيامة من جهل اهله
Artinya :
Sesungguhnya di antara manusia yang paling keras menerima siksaan kelak di hari kiamat adalah orang yang memperbodoh keluarganya, (yang sengaja membentuk keluarganya menjadi bodoh).
Suami adalah pemimpin keluarganya dan kelak dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinan rumah tangganya.
Isteri adalah pengatur di rumah suaminya, kelak akan diminta pertanggungjawaban tentang pengaturannya di rumah suaminya. Pembantu adalah pelaksana dalam menjalankan pertanggungjawaban tentang pelaksanaannya. Anak lelaki adalah penjaga harta kekayaan orangtuanya dan kelak akan diminta pertanggungjawaban tentang penjagaannya. Jadi kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :
اتقوا الله فى النساء فانهن امانات عندكم فمن لم يأمر أمرته بالصلاة ولم يعلمها فقد خان الله ورسوله.
(الحديث)
Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dalam urusan wanita, karena mereka adalah merupakan amanat bagimu. Barangsiapa tidak menyuruh isterinya menunaikan shalat dan tidak mengajarinya, berarti telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya. (al-hadits)
Di antara akhir kata-kata yang dipesankan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang diulang tiga kali hingga lisannya terasa sulit berkata dan sangat berat, adalah: “Peliharalah shalat, peliharalah shalat (mu) dan apa saja yang ada pada kekuasaanmu. Janganlah kamu membebani mereka dengan perkara yang mereka tidak mampu menanggungnya. Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dalam urusan isteri-isterimu, sesungguhnya mereka adalah tawanan yang ada dalam kekuasaanmu. Kamu mengambil mereka dengan amanat Allah, dan kamu mengambil kehalalan farji mereka dengan firman- firman Allah.
Firman Allah dalam surat Thaaha :
وأمر اهلك بالصلاة
Artinya :
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat
Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bahwa beliau bersabda :
وروى عن النبى صلى الله عليه وسلم انه قال لا يلقى الله سبحانه وتعال أحدأ بذنب اعظم من جهالة أهله
Tidak ada dosa yang lebih besar yang kelak di hari kiamat dibawa seseorang menghadap kepada Allah, daripada orang yang membuat keluarganya menjadi bodoh.
Pertama kalli yang dipertanggung Jawabkan kepada seseorang di hari kiamat adalah keluarganya yakni isteri dan anak-anaknya. Mereka berkata, wahai Tuhan kami, ambillah hak-hak kami (tanggung jawab) kami dari orang ini, karena sesungguhnya dia tidak mengajarkan kepada kami tentang urusan agama kami. Ia memberi makan kepada kami berupa makanan dari hasil yang haram, dan kami tidak mengetahui. Maka orang itu dihantam (disiksa) lantaran mencari barang yang haram, sehingga terkelupas dagingnya, kemudian dibawa ke neraka.
Sumber : Kitab Uqudul Lujain

إرسال تعليق