كيف يُشْرقُ قلبٌ صُوَرُالاَكوَانِ مُنطبِعَة ٌ فى مِرْاَته ؟ ام كيفَ يرحلُ الى الله وهو مُكبَّلٌ بِشهواتِهِ ؟ ام كيفَ يَطمعُ ان يَدْخُلَ حَضرَةَ اللهِ وهو لم يتطهَّرْ من جنابةِ غفلاتهِ ؟ ام كيفَ يرجُواَنْ يَفهَمَ د قاءـقَ الاسراَرِ وهُوَ لمْ يَتـُبْ من هفَوَاتِهِ٭
Bagaimana dapat bercahaya hati jika gambar dunia terlukis dalam cermin hati. Bagaimana dapat sampai kepada Allah jika masih terbelenggu oleh nafsu syahwat. Dan Bagaimana dapat masuk dalam lautan ilahi, jika masih belum bersih dari kelalaian. Bagaimana akan mengerti rahasia yang halus dan tersembunyi jika belum taubat dari kekeliruan.
Jasad (tubuh) saja tidak akan ada artinya jika hatinya tidak ikut Menyendiri.
Rosulullah shollallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
Barangsiapa mengamalkan apa yang telah diketahui, maka Allah akan mewariskan kepadanya pengetahuan yang belum diketahui.
Imam Ahmad bin Hambal Radhiallahu 'Anhu bertemu dengan Ahmad bin Abi Hawari dan berkata : Ceritakanlah kepada kami apa-apa yang pernah engkau dapat dari gurumu, Abu Sulaiman.
Jawab Ahmad bin Abi Hawari : Bacalah Subhanallah tapi tanpa rasa kekaguman. Setelah dibaca oleh Ahmad bin Hambal : "Subhanallah". Maka Ibnu Hawari berkata: Aku telah mendengar Abu Sulaiman berkata : Apabila hati [jiwa] manusia benar-benar berjanji akan meninggalkan semua dosa, niscaya akan terbang ke alam malakut, kemudian kembali membawa berbagai ilmu yang penuh hikmah tanpa memerlukan lagi guru. Ahmad bin Hambal setelah mendengar keterangan itu langsung ia berdiri dan duduk ditempatnya berulang-ulang sampai tiga kali, lalu berkata : Belum pernah aku mendengar keterangan serupa ini sejak aku masuk Islam. Ia sungguh merasa puas dan sangat gembira menerima keterangan itu,
lalu ia membaca hadits :
Man amila bima alima warrotsahullohu ilma maa lam ya'lam.
Barangsiapa yang mengamalkan apa yang telah diketahui, maka Alloh akan mewariskan kepadanya pengetahuan yang belum diketahui.
Post a Comment