Sesungguhnya sebagian dari dosa-dosa yang tidak terampuni dengan sholat, dan tidak pula dengan puasa dan tidak pula dengan berjihad, terkecuali terampuni dosa tersebut dengan melangkahkan kaki untuk menghidupi keluarga. Barang siapa yang memberi nafkah dan berbuat baik kepada keluarga sampai Allah mencukupi mereka dan tidak lagi membutuhkannya maka niscaya dia masuk surga kecuali dia melakukan perbuatan yang tidak ada ampunannya.
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Besabda :
Dinar (harta) yang paling utama (yang dinafkahkan oleh seseorang) adalah, Harta yang dinafkahkan untuk kepentingan keluarganya, dan juga Harta yang dinafkahkan untuk hewan ternak dan sahabatsahabatnya, hanya karena untuk taat kepada Allah Swt.
Imam Abu Qilabah Radhiyallahu Anhu Berkata : "Dahulukanlah nafkah untuk keluarga yang menjadi tanggunganmu, sebab orang yang besar pahalanya ialah orang yang memberi nafkah keluarganya yang masih kecilkecil dan memeliharanya dengan baik. Atau dengan sebab nafkah itu, Allah Swt. memberikan manfaat kepada mereka dan mencukupkannya".
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Bersabda : "Apabila salah seorang diantara kalian semalam suntuk dalam keadaan susah dan prihatin karena memikirkan keluarganya (sebab rizki yang sangat sempit), maka yang demikian itu bagi Allah Swt. lebih utama dari pada seribu kali sabetan pedang dimedan perang demi menegakkan agama Allah Azza wa Jalla.
Rosulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Bersabda :
قال رسول الله صلي الله عليه وسلم اذا انفق الرجل علي اهله نفقة وهو يحتسبها كانت صدقة
Ketika seorang laki-laki menafkahi keluarganya yang sudah tercukupi maka termasuk shodaqoh.
Rosulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallan Bersabda :
قال رسول الله صلي الله عليه وسلم اليدالعليا افضل من اليدالسفلئ وابداءبمن تعول اُمك، واباك،واُختك، واخاك، واَدناك، فاَدناك
"Tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah, dan mulailah dari orang yang telah merawatmu Ibumu, Ayahmu, Saudara Perempuanmu, Saudara laki-laki mu, Kerabat Dekatmu, dan Kerabat.
Sesungguhnya yang dinafkahkan oleh seseorang untuk dirinya sendiri, istrinya, anak anak, familifamili, kerabatkerabatnya, maka nafkah itu menjadi sedekah baginya.
Dan biaya yang dikeluarkan oleh seseorang untuk mempertahankan harga dirinya, maka akan ditulis baginya sebagai sedekah. Begitu pula nafkah yang diberikan oleh seorang mukmin, maka sesungguhnya Allah Swt. akan menggantinya. Dan Allah Swt. yang menanggung semua bentuk nafkah, kecuali barangbarang yang digunakan untuk bangunan atau kemaksiatan.
Rosulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Bersabda :
Tidaklah suatu hamba yang apabila datang waktu pagi kecuali datang dua malaikat Allah salah satu malaikat berdo'a: Ya Allah berikanlah pengganti bagi hambamu yang menyedekahkan hartanya. malaikat yang satunya lagi berdo'a: Ya Allah, berikanlah kerusakan bagi hamba yang pelit/menahan hartanya di pagi hari.
Barang siapa memberikan nafkah kepada dua atau tiga anak wanitanya, atau memberi nafkah kepada dua atau tiga orang saudara wanitanya, maka dia memperoleh pahala sebagaimana pahala orang yang berjuang demi menegakkan agama Allah dalam keadaan puasa dan selalu beribadah.
Rosulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Bersabda :
Sesungguhnya pertolongan datang dari Allah atas perkiraan biaya( yang di keluarkan) dan sesungguhnya sabar datang dari Allah atas perkiraan cobaan, dan pertama kali yang di letakkan di timbangan seorang hamba nanti di hari kiamat ialah nafaqoh atas keluarga nya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Bersabda : "Jika seorang hamba telah banyak berbuat dosa, maka Allah akan mencobanya dengan kesulitan dalam memberi nafkah keluarganya, agar Allah memberi ampunan atas dosadosanya itu."
Barang siapa yang bermalam-malaman dalam mencari nafkah untuk anak-anaknya maka ia akan di ampuni oleh Allah selama waktu itu.
Rosulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Bersabda :
Barangsiapa yang mencari dunia yang halal dan menjaga diri dari meminta-minta (mengemis) dan berusaha (bekerja) untuk menghidupi keluarganya, dan berbuat baik dengan tetangga maka ia akan datang di hadapan Allah nanti di hari kiamat dengan wajah yang bersinar bagaikan rembulan di malam purnama. dan barangsiapa yang mencari dunia yang halal untuk memperbanyak harta dan kesombongan serta di pamer-pamerkan,maka kelak di hari kiamat ia akan di benci di hadapan Allah .
Sesungguhnya di surga ada beberapa kamar yang mana bagian luar kamar tersebut tampak dari dalam, begitu juga sebaliknya, para sahabat kemudian bertanya : dan siapa ya Rasulullah orang2 yang dapat menempatinya?
Rasulullah menjawab: orang-orang yang selalu memberi makan, dan berkata yang indah-indah/baik, dan melanggengkan puasa, dan selalu meramaikan salam, melaksanakan sholat di malam hari ketika manusia terlelap. para sahabat bertanya : Ya Rasulullah, siapa yang kuasa melakukan itu? Rasulullah menjawab : Barangsiapa yang mengucapkan kalimat
(سُبْحَانَ اللّهُ وَالْحَمْدٌ لِلّهِ وَلاَإلَهَ إلاّاللّهُ وَاللّهُ أكْبَرْ)
maka ia telah membaguskan kalamnya, dan barang siapa yang memberi nafkah kepada keluarganya, maka ia termasuk golongan orang yang selalu memberi makan, dan barangsiapa yang berpuasa di bulan ramadhan, niscaya ia termasuk orang yang melanggengkan puasa, dan barangsiapa yang berjumpa dengan saudaranya lalu ia mengucapkan salam, maka ia termasuk orang yang meramaikan salam,dan barang siapa yang melakukan sholat isya dan sholat subuh, maka benar-benar ia sholat di waktu malam disaat manusia sedang tidur.
Sumber : Qurratul Uyun
Post a Comment